Pagi ini memang tidak terlalu cerah. Matahari hanya muncul
sedikit. Ya, hari ini hari Minggu. Tetapi Sarah hanya mengurung diri di
kamarnya. Berbaring di kasur sambil menatap sekeliling. Tiba – tiba, Dia
melihat ada tombol sesuatu di tembok dekat rak buku. “Tombol apa ini?” Karena
penasaran, Sarah pun menekan tombol tersebut. Tiba – tiba, rak buku di kamarnya
bergeser. Hingga tampaklah sebuah pintu.
“Wow!! Sejak
kapan ada pintu disini?” Tanya Sarah takjub. Sarah masuk kedalam pintu tersebut.
Memasuki lorong yang gelap dan sunyi tanpa bantuan apapun. Hingga Dia samapai di sebuah desa nan indah.
“Dimana aku?”
Tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
“Sedang apa
kamu, nak?” Tanya seorang kakek yang tiba – tiba muncul.
“Kk-kakek
siapa? Aku tidak tahu kek. Setelah aku menelusuri lorong di kamarku, aku
melihat desa ini.” Jelasku kepada kakel tersebut. Dan ada sedikit rasa takut
sekaligus gelisah.
Kakek itu pun
menjelaskan kepada Sarah tentang desa tersebut. Desa yang penu dengan kedamaian
dan rakyatnya hidup dengan bahagia. Tetapi setelah datang seorang ratu
menguasai desa tersebut, semua berubah drastis. Rakyat hidup serba
kekurangan. Dan ternyata, kakek itu
adalah seorang raja. Karena tahtanya direbut oleh ratu jahat, maka dia terusir
dari istana.
“Jadi, maukah
kau membantu merebut tahta itu kembali kepadaku? Hanya dalam aktu 3 hari. Kalau
tidak, istana akan menjadi milik Ratu Selen untuk selama – lamanya.” Kata Sang
Raja.
“Baik. Jika
itu yang mulia inginkan. Tapi... bagaimana cara mengalahkan Ratu Selen?" tanya Sarah.
Raja Valen pun menjelaskan kepada Sarah bahwa di atas gunung Mota terdapat sebuah tongkat ajaib. Semua kejahatan dapat dimusnahkan oleh tongkat tersebut. Dan hanya anak perempuan yang berhati mulia yang bisa mengambil tongkat itu.
"Untuk bisa sampai lebih cepat ke puncak gunung Mota, kamu bisa mengendarai kuda terbang ini. Beggy, kemarilah!" kata sang Raja memanggil kuda terbangnya yang tiba - tiba muncul dari semak.
Dengan cepat, Sarah dan Beggy pergi ke puncak gunung Mota. Ternyata, perjalanan Mereka cukup jauh. Lama kelamaan, Beggy mulai lelah. Dan mereka bermalam di tengah hutan dekat sungai. Hingga pagi hari.
Matahari sudah terbit. Saatnya Sarah dan Beggy melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan rintangan. Hingga sampailah Mereka di puncak Gunung Mota. Sarah mencari - cari tongkat ajaib. Namun, tidak ada tanda adanya tongkat tersebut. Sarah mulai kelelahan. Dia bersandar di sebuah batu yang cukup besar. Ketika Sarah ingin memejamkan mata, tiba - tiba batu tersebut bergerak dan berpindah tempat. Sarah terjatuh di lubang yang amat dalam. Beggy ikut masuk ke dalam lubang bersama Sarah.
"Lubang apa ini? Mungkinkah ada tongkat ajaib di dalam sini?" tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Lalu, Sarah dan Beggy berjalan melihat sekeliling lubang tersebut. Di tengah perjalanan, ada lahar yang mengalir. Dengan segera, Sarah menaiki punggung Beggy dan menyeberangi lahar tersebut. Namun, ada sesuatu yang membuat Sarah penasaran. Dia melihat pantulan cahaya yang mungkin sumbernya berasal dari balik batu. Dan ternyata, benar dugaan Sarah. Ada tongkat ajaib yang ditancapkan di atas batu. Dengan hati - hati, Sarah mengambilnya. Ternyata, Sarah adalah orang yang tepat untuk mengambil tongkat tersebut.
Sarah dan Beggy segera keluar dari lubang dan terbang dengan kecepatan penuh. Hingga Beggy mulai kelelahan. Terpaksa, mereka bermalam di pinggir hutan.
Keesokan harinya, Sarah dan Beggy mulai melanjutkan perjalanan mereka. Hanya hari itu kesempatan Sarah untuk melawan Ratu Selen jahat. Jika tidak, istana tersebut akan menjadi milik Ratu Selen untuk selamanya. Seperti yang dikatakan Raja Valen.
Dan sampailah mereka di istana. Sarah dan Beggy menyusup agar tidak ketahuan oleh prajurit. Mereka pun segera menuju singgasana Ratu Selen.
"Hai Ratu jahat! Menyerahlah!!" kata Sarah mengagetkan Ratu Selen.
"Siapa kamu anak kecil? Kau ingin mengalahkanku? Hahaha!!! coba saja!" ucap Ratu Selen santai.
Dengan segera, Sarah mengarahka tongkat ajaib kepada Ratu Selen. Dan musnahlah sang Ratu jahat tersebut. Tetapi, Sarah jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.
Beberapa lama kemudian, Sarah mulai siuman. Tetapi, Dia tidak lagi di Istana. Melainkan terbaring di kasurnya.
"Kenapa aku disini? Apakah tadi mimpi atau kenyataan? Ah, sudahlah! Lebih baik aku makan. Perutku sudah lapar sekali." ujar Sarah yang sebenarnya bingung dengan apa yang baru terjadi. Mimpi yang Nyata atau Nyata seperti Mimpi???
Raja Valen pun menjelaskan kepada Sarah bahwa di atas gunung Mota terdapat sebuah tongkat ajaib. Semua kejahatan dapat dimusnahkan oleh tongkat tersebut. Dan hanya anak perempuan yang berhati mulia yang bisa mengambil tongkat itu.
"Untuk bisa sampai lebih cepat ke puncak gunung Mota, kamu bisa mengendarai kuda terbang ini. Beggy, kemarilah!" kata sang Raja memanggil kuda terbangnya yang tiba - tiba muncul dari semak.
Dengan cepat, Sarah dan Beggy pergi ke puncak gunung Mota. Ternyata, perjalanan Mereka cukup jauh. Lama kelamaan, Beggy mulai lelah. Dan mereka bermalam di tengah hutan dekat sungai. Hingga pagi hari.
Matahari sudah terbit. Saatnya Sarah dan Beggy melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan rintangan. Hingga sampailah Mereka di puncak Gunung Mota. Sarah mencari - cari tongkat ajaib. Namun, tidak ada tanda adanya tongkat tersebut. Sarah mulai kelelahan. Dia bersandar di sebuah batu yang cukup besar. Ketika Sarah ingin memejamkan mata, tiba - tiba batu tersebut bergerak dan berpindah tempat. Sarah terjatuh di lubang yang amat dalam. Beggy ikut masuk ke dalam lubang bersama Sarah.
"Lubang apa ini? Mungkinkah ada tongkat ajaib di dalam sini?" tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Lalu, Sarah dan Beggy berjalan melihat sekeliling lubang tersebut. Di tengah perjalanan, ada lahar yang mengalir. Dengan segera, Sarah menaiki punggung Beggy dan menyeberangi lahar tersebut. Namun, ada sesuatu yang membuat Sarah penasaran. Dia melihat pantulan cahaya yang mungkin sumbernya berasal dari balik batu. Dan ternyata, benar dugaan Sarah. Ada tongkat ajaib yang ditancapkan di atas batu. Dengan hati - hati, Sarah mengambilnya. Ternyata, Sarah adalah orang yang tepat untuk mengambil tongkat tersebut.
Sarah dan Beggy segera keluar dari lubang dan terbang dengan kecepatan penuh. Hingga Beggy mulai kelelahan. Terpaksa, mereka bermalam di pinggir hutan.
Keesokan harinya, Sarah dan Beggy mulai melanjutkan perjalanan mereka. Hanya hari itu kesempatan Sarah untuk melawan Ratu Selen jahat. Jika tidak, istana tersebut akan menjadi milik Ratu Selen untuk selamanya. Seperti yang dikatakan Raja Valen.
Dan sampailah mereka di istana. Sarah dan Beggy menyusup agar tidak ketahuan oleh prajurit. Mereka pun segera menuju singgasana Ratu Selen.
"Hai Ratu jahat! Menyerahlah!!" kata Sarah mengagetkan Ratu Selen.
"Siapa kamu anak kecil? Kau ingin mengalahkanku? Hahaha!!! coba saja!" ucap Ratu Selen santai.
Dengan segera, Sarah mengarahka tongkat ajaib kepada Ratu Selen. Dan musnahlah sang Ratu jahat tersebut. Tetapi, Sarah jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.
Beberapa lama kemudian, Sarah mulai siuman. Tetapi, Dia tidak lagi di Istana. Melainkan terbaring di kasurnya.
"Kenapa aku disini? Apakah tadi mimpi atau kenyataan? Ah, sudahlah! Lebih baik aku makan. Perutku sudah lapar sekali." ujar Sarah yang sebenarnya bingung dengan apa yang baru terjadi. Mimpi yang Nyata atau Nyata seperti Mimpi???

