Dua warna namun penuh akan makna
Penuh arti bagi perjalanan hidup Indonesia
Warna yang memberi semangat
Didalam kehidupan bangsanya
Merah...Putih...
Warna ganda yang dilukis oleh pahlawan kita
Dengan semangat dan pengorbanan yang tak terhingga
Merah putih, cerita hidupmu kan s'llalu dikenang
Untuk para generasi bangsa Indonesia
Merdeka!!!
Aku akan membagikan sedikit pengetahuanku di sini. Kalau teman - teman juga ingin berbagi atau menyumbangkan kritik dan saran, silakan tuangkan di kolom komentar ya. Yuk, baca - baca!
Minggu, 10 Juli 2016
Kamis, 14 April 2016
Naskah Drama Singkat Ttg Uang Yang Hilang Seketika
Tema : tentang uang yang hilang
Keyna, sebagai murid 71 teman dekat Putri, dan berjiwa dewasa
Dini, sebagai murid 71 yang pintar, juara kelas, namun agak pendiam
Azkah, sebagai murid 71 yang lembut, penuh senyuman, berpikiran luas
Adegan I
Pukul 10.00 WIB
Waktu istirahat telah tiba. Semua murid 71 berlari ke kantin untuk membeli makanan. Kecuali Putri dan Keyna.
Keyna : "Put, ayo jajan. Kamu dari tadi nyari apa sih?"
Putri : "sebentar Key... (sambil mencari sesuatu di dalam tasnya) Lho, uangku kemana? Tadi aku taruh di dalam tas."
Keyna : "Tadi kamu taruh di dalam tas? Coba kamu cari lagi. Mungkin tertindih."
Putri : "Tidak ada."
Keyna : "Coba kamu cari di tempat lain. Mungkin saja ada."
Putri : "tidak ada... Lalu bagaimana ini, aku tidak akan bisa jajan kalau seperti ini."
Adegan II
Beberapa lama kemudian, Dini masuk ke dalam kelas.
Dini : "Ada apa ini?"
Keyna : "Uangnya Putri hilang Din..."
Dini : "Sudah dicari kemana saja?"
Putri : "Ke tas sudah, almamater, dan laci meja juga sudah. Lalu aku harus cari kemana lagi?"
Dini : "Cari kemana ya?? hmmm... (sambil berpikir)
Keyna : "Tempat pensil!! cari saja. Mungkin ada disitu."
Putri : "Sebentar... (sambil mencari) Aduh, gak ada juga!! Bagaimana ini? waktu istirahat sudah hampir habis.
Adegan III
Waktu istirahat tinggal 15 menit lagi. Keyna dan Putri belum jajan di kantin. Hingga Azkah masuk ke kelas.
Azkah : "Put, kamu nyari apa?"
Putri : "Az, uang aku hilang."
Azkah : "Coba cari di kantung bajumu. Mungkin saja ada disitu."
Putri : "(mencoba melihat kantung bajunya) Nah... ini dia! ada disini rupanya. Kok aku bisa lupa sih??!!
Keyna : "Hadeeuh.. gimana si. Ada disitu rupanya."
Putri : "Hehehe... maaf aku lupa."
Dini dan Azkah : "Hu... kamu mah emang lupa terus!! ya sudah cepat jajan. Tinggal 5 menit lagi lho...
Putri : "Hah, 5 menit lagi??!! maaf ya, Key. Gara - gara aku kamu jadi telat ke kantin."
Keyna : "Iya. Intinya sekarang kita harus cepat - cepat ke kantin. Nanti kita bisa kelaparan saat jam pelajaran."
Adegan IV
Putri dan Keyna pun berlari ke kantin dengan napas terengah - engah.
Judul : Lupa Menaruh Uang
Tokoh : Putri, sebagai murid 71 yang pelupa, namun pintar dalam pelajaranKeyna, sebagai murid 71 teman dekat Putri, dan berjiwa dewasa
Dini, sebagai murid 71 yang pintar, juara kelas, namun agak pendiam
Azkah, sebagai murid 71 yang lembut, penuh senyuman, berpikiran luas
Adegan I
Pukul 10.00 WIB
Waktu istirahat telah tiba. Semua murid 71 berlari ke kantin untuk membeli makanan. Kecuali Putri dan Keyna.
Keyna : "Put, ayo jajan. Kamu dari tadi nyari apa sih?"
Putri : "sebentar Key... (sambil mencari sesuatu di dalam tasnya) Lho, uangku kemana? Tadi aku taruh di dalam tas."
Keyna : "Tadi kamu taruh di dalam tas? Coba kamu cari lagi. Mungkin tertindih."
Putri : "Tidak ada."
Keyna : "Coba kamu cari di tempat lain. Mungkin saja ada."
Putri : "tidak ada... Lalu bagaimana ini, aku tidak akan bisa jajan kalau seperti ini."
Adegan II
Beberapa lama kemudian, Dini masuk ke dalam kelas.
Dini : "Ada apa ini?"
Keyna : "Uangnya Putri hilang Din..."
Dini : "Sudah dicari kemana saja?"
Putri : "Ke tas sudah, almamater, dan laci meja juga sudah. Lalu aku harus cari kemana lagi?"
Dini : "Cari kemana ya?? hmmm... (sambil berpikir)
Keyna : "Tempat pensil!! cari saja. Mungkin ada disitu."
Putri : "Sebentar... (sambil mencari) Aduh, gak ada juga!! Bagaimana ini? waktu istirahat sudah hampir habis.
Adegan III
Waktu istirahat tinggal 15 menit lagi. Keyna dan Putri belum jajan di kantin. Hingga Azkah masuk ke kelas.
Azkah : "Put, kamu nyari apa?"
Putri : "Az, uang aku hilang."
Azkah : "Coba cari di kantung bajumu. Mungkin saja ada disitu."
Putri : "(mencoba melihat kantung bajunya) Nah... ini dia! ada disini rupanya. Kok aku bisa lupa sih??!!
Keyna : "Hadeeuh.. gimana si. Ada disitu rupanya."
Putri : "Hehehe... maaf aku lupa."
Dini dan Azkah : "Hu... kamu mah emang lupa terus!! ya sudah cepat jajan. Tinggal 5 menit lagi lho...
Putri : "Hah, 5 menit lagi??!! maaf ya, Key. Gara - gara aku kamu jadi telat ke kantin."
Keyna : "Iya. Intinya sekarang kita harus cepat - cepat ke kantin. Nanti kita bisa kelaparan saat jam pelajaran."
Adegan IV
Putri dan Keyna pun berlari ke kantin dengan napas terengah - engah.
~The End~
Sabtu, 20 Februari 2016
Sarah Dan Keberaniannya
Pagi ini memang tidak terlalu cerah. Matahari hanya muncul
sedikit. Ya, hari ini hari Minggu. Tetapi Sarah hanya mengurung diri di
kamarnya. Berbaring di kasur sambil menatap sekeliling. Tiba – tiba, Dia
melihat ada tombol sesuatu di tembok dekat rak buku. “Tombol apa ini?” Karena
penasaran, Sarah pun menekan tombol tersebut. Tiba – tiba, rak buku di kamarnya
bergeser. Hingga tampaklah sebuah pintu.
“Wow!! Sejak
kapan ada pintu disini?” Tanya Sarah takjub. Sarah masuk kedalam pintu tersebut.
Memasuki lorong yang gelap dan sunyi tanpa bantuan apapun. Hingga Dia samapai di sebuah desa nan indah.
“Dimana aku?”
Tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
“Sedang apa
kamu, nak?” Tanya seorang kakek yang tiba – tiba muncul.
“Kk-kakek
siapa? Aku tidak tahu kek. Setelah aku menelusuri lorong di kamarku, aku
melihat desa ini.” Jelasku kepada kakel tersebut. Dan ada sedikit rasa takut
sekaligus gelisah.
Kakek itu pun
menjelaskan kepada Sarah tentang desa tersebut. Desa yang penu dengan kedamaian
dan rakyatnya hidup dengan bahagia. Tetapi setelah datang seorang ratu
menguasai desa tersebut, semua berubah drastis. Rakyat hidup serba
kekurangan. Dan ternyata, kakek itu
adalah seorang raja. Karena tahtanya direbut oleh ratu jahat, maka dia terusir
dari istana.
“Jadi, maukah
kau membantu merebut tahta itu kembali kepadaku? Hanya dalam aktu 3 hari. Kalau
tidak, istana akan menjadi milik Ratu Selen untuk selama – lamanya.” Kata Sang
Raja.
“Baik. Jika
itu yang mulia inginkan. Tapi... bagaimana cara mengalahkan Ratu Selen?" tanya Sarah.
Raja Valen pun menjelaskan kepada Sarah bahwa di atas gunung Mota terdapat sebuah tongkat ajaib. Semua kejahatan dapat dimusnahkan oleh tongkat tersebut. Dan hanya anak perempuan yang berhati mulia yang bisa mengambil tongkat itu.
"Untuk bisa sampai lebih cepat ke puncak gunung Mota, kamu bisa mengendarai kuda terbang ini. Beggy, kemarilah!" kata sang Raja memanggil kuda terbangnya yang tiba - tiba muncul dari semak.
Dengan cepat, Sarah dan Beggy pergi ke puncak gunung Mota. Ternyata, perjalanan Mereka cukup jauh. Lama kelamaan, Beggy mulai lelah. Dan mereka bermalam di tengah hutan dekat sungai. Hingga pagi hari.
Matahari sudah terbit. Saatnya Sarah dan Beggy melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan rintangan. Hingga sampailah Mereka di puncak Gunung Mota. Sarah mencari - cari tongkat ajaib. Namun, tidak ada tanda adanya tongkat tersebut. Sarah mulai kelelahan. Dia bersandar di sebuah batu yang cukup besar. Ketika Sarah ingin memejamkan mata, tiba - tiba batu tersebut bergerak dan berpindah tempat. Sarah terjatuh di lubang yang amat dalam. Beggy ikut masuk ke dalam lubang bersama Sarah.
"Lubang apa ini? Mungkinkah ada tongkat ajaib di dalam sini?" tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Lalu, Sarah dan Beggy berjalan melihat sekeliling lubang tersebut. Di tengah perjalanan, ada lahar yang mengalir. Dengan segera, Sarah menaiki punggung Beggy dan menyeberangi lahar tersebut. Namun, ada sesuatu yang membuat Sarah penasaran. Dia melihat pantulan cahaya yang mungkin sumbernya berasal dari balik batu. Dan ternyata, benar dugaan Sarah. Ada tongkat ajaib yang ditancapkan di atas batu. Dengan hati - hati, Sarah mengambilnya. Ternyata, Sarah adalah orang yang tepat untuk mengambil tongkat tersebut.
Sarah dan Beggy segera keluar dari lubang dan terbang dengan kecepatan penuh. Hingga Beggy mulai kelelahan. Terpaksa, mereka bermalam di pinggir hutan.
Keesokan harinya, Sarah dan Beggy mulai melanjutkan perjalanan mereka. Hanya hari itu kesempatan Sarah untuk melawan Ratu Selen jahat. Jika tidak, istana tersebut akan menjadi milik Ratu Selen untuk selamanya. Seperti yang dikatakan Raja Valen.
Dan sampailah mereka di istana. Sarah dan Beggy menyusup agar tidak ketahuan oleh prajurit. Mereka pun segera menuju singgasana Ratu Selen.
"Hai Ratu jahat! Menyerahlah!!" kata Sarah mengagetkan Ratu Selen.
"Siapa kamu anak kecil? Kau ingin mengalahkanku? Hahaha!!! coba saja!" ucap Ratu Selen santai.
Dengan segera, Sarah mengarahka tongkat ajaib kepada Ratu Selen. Dan musnahlah sang Ratu jahat tersebut. Tetapi, Sarah jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.
Beberapa lama kemudian, Sarah mulai siuman. Tetapi, Dia tidak lagi di Istana. Melainkan terbaring di kasurnya.
"Kenapa aku disini? Apakah tadi mimpi atau kenyataan? Ah, sudahlah! Lebih baik aku makan. Perutku sudah lapar sekali." ujar Sarah yang sebenarnya bingung dengan apa yang baru terjadi. Mimpi yang Nyata atau Nyata seperti Mimpi???
Raja Valen pun menjelaskan kepada Sarah bahwa di atas gunung Mota terdapat sebuah tongkat ajaib. Semua kejahatan dapat dimusnahkan oleh tongkat tersebut. Dan hanya anak perempuan yang berhati mulia yang bisa mengambil tongkat itu.
"Untuk bisa sampai lebih cepat ke puncak gunung Mota, kamu bisa mengendarai kuda terbang ini. Beggy, kemarilah!" kata sang Raja memanggil kuda terbangnya yang tiba - tiba muncul dari semak.
Dengan cepat, Sarah dan Beggy pergi ke puncak gunung Mota. Ternyata, perjalanan Mereka cukup jauh. Lama kelamaan, Beggy mulai lelah. Dan mereka bermalam di tengah hutan dekat sungai. Hingga pagi hari.
Matahari sudah terbit. Saatnya Sarah dan Beggy melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan rintangan. Hingga sampailah Mereka di puncak Gunung Mota. Sarah mencari - cari tongkat ajaib. Namun, tidak ada tanda adanya tongkat tersebut. Sarah mulai kelelahan. Dia bersandar di sebuah batu yang cukup besar. Ketika Sarah ingin memejamkan mata, tiba - tiba batu tersebut bergerak dan berpindah tempat. Sarah terjatuh di lubang yang amat dalam. Beggy ikut masuk ke dalam lubang bersama Sarah.
"Lubang apa ini? Mungkinkah ada tongkat ajaib di dalam sini?" tanya Sarah kepada dirinya sendiri.
Lalu, Sarah dan Beggy berjalan melihat sekeliling lubang tersebut. Di tengah perjalanan, ada lahar yang mengalir. Dengan segera, Sarah menaiki punggung Beggy dan menyeberangi lahar tersebut. Namun, ada sesuatu yang membuat Sarah penasaran. Dia melihat pantulan cahaya yang mungkin sumbernya berasal dari balik batu. Dan ternyata, benar dugaan Sarah. Ada tongkat ajaib yang ditancapkan di atas batu. Dengan hati - hati, Sarah mengambilnya. Ternyata, Sarah adalah orang yang tepat untuk mengambil tongkat tersebut.
Sarah dan Beggy segera keluar dari lubang dan terbang dengan kecepatan penuh. Hingga Beggy mulai kelelahan. Terpaksa, mereka bermalam di pinggir hutan.
Keesokan harinya, Sarah dan Beggy mulai melanjutkan perjalanan mereka. Hanya hari itu kesempatan Sarah untuk melawan Ratu Selen jahat. Jika tidak, istana tersebut akan menjadi milik Ratu Selen untuk selamanya. Seperti yang dikatakan Raja Valen.
Dan sampailah mereka di istana. Sarah dan Beggy menyusup agar tidak ketahuan oleh prajurit. Mereka pun segera menuju singgasana Ratu Selen.
"Hai Ratu jahat! Menyerahlah!!" kata Sarah mengagetkan Ratu Selen.
"Siapa kamu anak kecil? Kau ingin mengalahkanku? Hahaha!!! coba saja!" ucap Ratu Selen santai.
Dengan segera, Sarah mengarahka tongkat ajaib kepada Ratu Selen. Dan musnahlah sang Ratu jahat tersebut. Tetapi, Sarah jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.
Beberapa lama kemudian, Sarah mulai siuman. Tetapi, Dia tidak lagi di Istana. Melainkan terbaring di kasurnya.
"Kenapa aku disini? Apakah tadi mimpi atau kenyataan? Ah, sudahlah! Lebih baik aku makan. Perutku sudah lapar sekali." ujar Sarah yang sebenarnya bingung dengan apa yang baru terjadi. Mimpi yang Nyata atau Nyata seperti Mimpi???
Sabtu, 06 Februari 2016
MTs. Al Hidayah Sukatani
Madrasah Tsanawiyah Al Hidayah ini sudah lama terbentuk. MTs. Al Hidayah merupakan sekolah yang berkualitas dengan Akreditasi "A" dan kualitasnya juga terjamin. Guru gurunya sudah berpengalaman dan berpendidikan tinggi. seperti S-1 dan S-2.

VISI
"MTs. Al Hidayah pilihan utama masyarakat dalam pembinaan akhlak, pengembangan mutu, dan penguasaan teknologi informatika"
MISI
1. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits untuk membentuk sikap dan perilaku santun dan berbudi pekerti luhur
2. Melaksanakan kurikulum berdasarkan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
3. Melaksanakan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompetitif
4. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi dan kreatifitas siswa
5. Mengembangkan pengelolaan SDM yang mampu memberikan layanan pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab
6. Menciptakan suasana yang kondusif untuk peningkatan mutu kelembagaan dan mengefektifkan sistem informasi manajemen sekolah
7. Melaksanakan penyediaan sarana pendidikan dan media pembelajaran yang berwawasan Teknologi Informatika
FASILITAS
1. Gedung Permanen Milik Sendiri (3 Lantai ber AC)
2. Laboratorium Multi Media
3. Laboratorium IPA, Bahasa, Komputer
4. Jaringan Internet
5. Ruang Audio Visual ber AC
6. Ruang Perpustakaan ber AC
7. Mushola
8. Kantin di Lingkungan Sekolah Lingkungan Hijau dan Asri
KEUNGGULAN
1. Kurikulum Tingkat Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013
2. Pendekatan Belajar Yang Berbasis IT
3. Ekskul yang Variatif dan Prestatif
4. Lokasi Sangat Strategi Mudah Terjangkau Transportasi Umum
5. Guru - guru Berpendidikan S-2 dan S-1 Berpengalaman dan Ahli di Bidangnya
6. Program Pembiasaan Setiap Hari : Tadarus Al Qur'an, Sholat Dhuha, Dzikir Asmaul Husna, Sholat Dzuhur Berjama'ah, Tahfidz (Hafalan) Al Qur'an
7. Memiliki Kriteria Ketentuan Minimal (KKM) yang Tinggi
8. Teruji Dalam Berbagi Lomba dan Olympiade
EKSTRAKULIKULER
1. Pramuka 7. Taekwondo
2. Marawis 8. Paskibra
3. Hadroh 9. Marching Band
4. Band 10. Rohis
5. Tahfidz Qur'an 11. Futsal
6. Basket Ball 12. Bimbel MIPA
PRESTASI
1. Juara I Cerdas Cepat SMAN 1 Depok 2009
2. Juara III Olympiade Matematika Tingkat Kota Depok Tahun 2009
3. Juara II Olympiade Fisika Tingkat Kota Depok Tahun 2009
4. Juara I Sekolah Sehat Tingkat Kota Depok Tahun 2010
5. Juara I PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Tingkat Kota Depok Tahun 2010
6. Juara I Marching Band Tingkat JabodetabekTahun 2013
7. Juara I Marching Band Tingkat Jabodetabek Tahun 2014
8. Juara 2 Lomba Qori Tingkat MTs. Se-Kota Depok Tahun 2015
9. Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat MTs. Se-Kota Depok 2015
10. Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab Tingkat MTs. Se-Kota Depok 2015
11. Juara 3 Lomba Futsal Tingkat Kota Depok 2015
12. Finalis Battle Marching Band Fight Tingkat Asia 2015
ALAMAT MADRASAH
Jl. Pekapuran Rt. 02/22 No. 02 Kelurahan Sukatani Tapos - Depok
Telp. 021-8774 1447
Minggu, 03 Januari 2016
Sahabat Hati
Detik demi detik kita lalui bersama
Dengan senyum dan candaan
Mewarnai segalanya
Membuat hidup ini menjadi lebih
Berwarna dan berarti
Mengisahkan
tentang seorang anak yang memiliki sahabat. Sahabatnya itu benar -
benar sangat berarti baginya. Banyak kenangan yang pernah dilaluinya
bersama. Suka dan duka selalu mereka jalani bersama. Dan kenangan
tersebut tak kan pernah dia lupakan
Dengan senyum dan candaan
Mewarnai segalanya
Membuat hidup ini menjadi lebih
Berwarna dan berarti
Tawa canda yang menghiasi hidup ini
Suka maupun duka kita jalani bersama
Rintangan dan gangguan yang terus menghadang
Kita lewati dengan kebersamaan
Meski banyak perbedaan diantara kita
Tapi, jiwa kebersamaan kita
Tak kan pernah dan tak boleh hilang
Sampai kapan pun
Semua yang telah kita lewati bersama
Kini tinggallah kenangan
Yang tidak akan pernah ku lupakan
Terima kasih sobat
Kau lah segalanya bagiku
Safanah Nur Adzikra
Langganan:
Komentar (Atom)
